Diri Adalah Sumber Rejekiku

726 0
Cerita-Memek-Sempit-Punya-Muridku-Yg-Begitu-Lezat-1

Cersex69 – Vika yang menjanda diusia mudanya dan sudah beranak satu, demi mencukupi kebutuhan ekonominya dia bekerja sebagai SPG. Karena penghasilanya tidak cukup sebagai seorang SPG pada akhirnya dia juga menjual diri kepada para pria hidung belang.

Namaku Vika aku berumur 24 tahun diusia dini aku menikah dengan seorang pria. Aku sudah memiliki anak yang sudah berumur 2 tahun. Setelah lulus SMA aku dulu langsung menikah karena hamil duluan. Aku menikah dengan pria yang jauh lebih tua dariku. Tidak begitu mapan cuma dia memiliki usaha yaitu punya bengkel motor.

Kala itu usahanya sukses belum banyak saingan, suamiku banyak teman jadi bengkel selalu ramai. Sebenarnya aku tidak direstui menikah dengannya namun apalah daya aku hamil duluan dan dia mau tanggungjawab. Orangtuaku meragukan suamiku, karena dia termasuk pria nakal banyak tato di tubuhnya. Itu semua membuat orangtuaku kurang suka dengannya.

Namun setelah anakku lahir semua menjadi membaik. Hubunganku dengan orangtuaku sudah sedikit ada perubahan. Setelah satu tahun menikah usaha suamiku hampir bangkrut karena dia hobi taruhan. Setiap hari pulang malam taruhan kesana kesini menghabiskan uang. Sementara kebutuhan semakin mendesak, anakku juga butuh susu butuh membeli keperluan rumah tangga.

Setiap malammabuk-mabukkan pulang pagi marah-marah karena kalah tarhan. Hingga akhirnya sampai saat ini dia banyak hutang, dikejar bank sana sini. Aku semakin tidak betah tinggal serumahh dengan dia. Bengkel juga jarang buka karena dia takut jika ada yang menagih. Dirumah sendiri serasa neraka banyak dicari orang sementara setiap kali orang datang aku yang menghadapi.

Lama-lama orangtuaku mengetahui kelakuan suamiku. Apalagi aku banyak minta uang dengan kedua orangtuaku. Mereka sudah mengetahui semua keburukan suamiku pada akhirnya aku harus cerai dengan dia. Itu permintaan oangtuaku dan memang aku sudah tidak betah lagi hidup dengannya.  Akhirnya aku bercerai dan hak asuh anak jatuh kepadaku.

Sebenarnya dia tidak mau bercerai , aku maju ke pengadilan agama didampingi orangtuaku. Aku kasihan melihat wajahnya yang sedang dalam kesusahan itu. Tapi dia tidak bisa menafkahi aku dan anakku. Setelah perceraian itu aku tinggal dengan orangtuaku kembali. Semua kebutuhanku dan Adel anakku di tanggung kedua orangtuaku.

Aku masuk ke perguruan tinggi lagi sementara anakku diasuh oleh pembantu. Aku kembali seperti masa muda dimana aku selalu berdandan rapid an cantik. Aku bertemu dengan teman-temanku dulu mereka udah masuk di semester akhi sedangkan aku baru mulai kuliah. Senangnya aku bisa menghilangkan masa-masa tersulit dalam hidupku.

Kini aku bangkit lagi  menjadi diriku sendiri walaupun statusku janda. Itu semua tidak membuat aku patah semangat, Aku harus kembali bangkit demi anakku. Aku juga mencari pekerjaan sambilan dikala waktu luang karena aku tidak mungkin mengandalkan orangtua terus-menerus. Pada waktu itu aku berangkat kuliah bertemu dengan Devi temanku.

Dia teman SMA ku aku lihat dia berpenampilan sangat menarik jauh beda dengan dulu yang cupu,

“Dev..masih inget aku nggak?”

“haaayy Vikaaa apa kabar kamu?”

“baik Dev sekarang kamu beda ya?lebih cantik deh…”

“ehhmm..makasih  ya..kamu kuliah disini juga to?kok nggak pernah tau ya?”

“aku barusan masuk aku sempat berhenti 2 tahun , lulus terus nikah..”

“oh jadi kamu ini udah berumah tangga ya?wah enak dong…”

“apanya yang enak Dev, aku bercerai dengan suamiku dan kini aku kembali sama orangtuaku. Anakku udah umur 2 tahun..aku lagi binggung nih Dev pengen kerja nggak enak tergantung sama orangtua  terus…”

“Oh gitu maaf ya aku nggak tahu. Kalau aku sih kerja sambilanku SPG kalau ada event tertentugitu gajinya lumayan kok perjamnya..”

“biasanya setiap hari apa?”

“ya nggak pasti sih Cuma kalau ada event aku dihubungi gitu aja..gimana kamu minat nggak?”

“boleh juga sih Dev..coba deh ajak aku ya…”

Aku dan Devi bertukar pin bbm sejak saat itu aku sering menghubunginya. Suatu hari ada event di luar kota lumayan deh perjamnya 150 ribu. Aku berminat sebelumnya aku sudah bilang sama orangtuaku kalau mau kerja mereka memperbolehkan aku. Aku pergi ke kost Devi disana banyak temannya yang lagi siap-siap mau kerja.

Aku ikut dandan seperti mereka setelah melihat pakaian yang dikenakan aku terkejut. Sexy sekali baju yang di pakai pas event itu. Rok diatas lutut dan tanpa lengan terlihat sangat sexy. Yaudahlah aku ikuti semua yang mereka kenakan. Kurang lebih ada 6 gadis yang berangkat dijemput untuk berangkat ke tempat  tujuan.

Ya mereka semua temanku dulu waktu SMA sekarang sama-sama lagi. Dan yang berstatus janda bukan hanya aku. Awalnya aku minder lama-lama terbiasa sendiri. Mereka semua memang nakal cara pergaulannya trus cara bicaranya begitulah. Persis jaman aku sekolah SMA dulu, tapi aku sempat berubah waktu hidup berumah tangga.

Namun setelah bergaul kembali dengan mereka aku jadi seperti terpengaruh. Kerjanya nyantai Cuma nawarin produk rokok jika laku nanti dapat bonus. Cuma harus pandai menggoda biar banyak yang tertarik dengan produk yang di tawarkan. Banyak sekali pria hidung belang yang datang dan teman-temanku menanggapinya ganjen dengan mereka.

Tapi menguntungkan karena setiap produk yang laku pasti dapat bonus. Bahkan ada temanku setelah event usai dia pergi dengan om-om entah kemana. Aku tanya dengan Devi katanya udah biasa kayak gitu. Kalau pengen uang lebih ya jalan sama om-om puasin gairah seksnya. Wah ternyata sampingan SPG ini banyak ya, makanya dia berpenampilan mewah.

Aku banyak belajar dengan Devi dia mengajariku berbagai macam cara mendapatkan uang. Ada event apapun dia mengajakku , pernah ada event besar gajiny ajuga lumayan. Selama 3 hari di Jogja, pengalamanku kali ini menghasilkan banyak uang. Awalnya aku mencoba seperti mereka pulang sama om-om mampir ke hotel.

Bermalam dengan pria hidung belang menghasilkan uang banyak. Waktu itu hari pertama kerja , aku bekerja hingga pukul 9 sampai mall tutup. Aku berkemas untuk pulang tiba-tiba ada 2 om-om nyamperin aku sama Devi. Intinya mereka mau bermalam dengan kita. Devi dengan cepat mengiyakan dan mematok tariff. Setelah deal aku dan Devi di bawa pergi bersama.

Kemudian sampai di hotel yang di tuju, kita masuk di kamar masing-masing. Aku bertingkah profesional padahal aku baru pertama. Tapi aku masih ingat cara memuaskan pria walaupun lama sekali aku tidak berhubungan seks. Aku pun masuk kamar dengan pria itu namanya Om Sandy. Setelah itu kita duduk di sofa ngobrol biasa layaknya tamuu dengan pelanggan.

Dia janji memeberikuu 5 juta jika akuu bisa memuaskan gairahnya. Aku semakin bersemangat malam itu, dengan menggunakan rok seksi aku siap memulainya.  Aku mendekati om Sandy aku duduk dipangkuannya. Kakiku mengangkang dan berhadapan dengan dia. Rok miniku terbuka lebar aku langsung meraba wajahnya dan mencium  bibirnya dengan semangat.

Aku kecup bibirnya aku mainakn lidahku terus didalam mulutnya. Kemudian aku berdiri secara perlahan aku melepas rokku dan hanya memakai bra dan celana dalam saja. Payudaraku yang montok membuat dia terpesona. Aku mendekatinya kembali aku duduk dipangkuan menciumi bibirnya dia meremas payudaraku dengan lembut,

“aaaaahhh…..aaahhhhh……aaakkkkhhh…..”

Aku melepaskan ciuman dan mendesah keras. Dia menggendongku menidurkan aku di ranjang, aku tertidur. Dia diatasku menciumi ku dengan penuh gairah, payudaraku bergesekan dengan dadanya. Dia melepas semua bajunya. Akuu melihat penisnya yang besar itu berdiri tegak. Sepertinya penis om Sandy mantap deh, aku jadi semakin horny melihatnya.

Dia membuka braku yang berukuran 36B , montok dan putingnya menonjol. Putting udah siap untuk dimainkannya, dia memutar-mutar putting susuku hingga aku semakin bergairah,

“aaaaakkkhh….aaaakkkhhhh….ooohh…aaahhhhh……ooohhh………”

Tangan kanannya meremas payudaraku sementara bibirnya masih mengulum putting susuku hingga aku lemas. Secara bergantian dia memainkan payudaraku, dia tampak gemas melihat payudaraku yang semok itu. Dia memberikan tanda merah kecupan di payudaraku,

“aaahhhhh…om….lagi om…..aaaaaaaaaaahhhhhhhh……”

Aku memintanya terus memainkan payudaraku. Aku tak kuasa tubuhku terus menggeliat merasakan kenikmatan. Dia meraba seluruh  badanku hingga aku horny, dia menciumi tubuhku dari atas hinggakebawah. Celana dalamku dibuka dia melihat memekku yang rimbun akan bulu kemaluan itu. Dia meraba bagian demi bagian dari luar hingga ke dalam.

Kakiku mengangkang lebar , bibirnya terus mendekati memekku. Dia menciumi memekku hingga aku lemas,

“aaahhhh….nikmaaat omm…aaaahhh……aaaakkkkkkkhhhh ooooohhhh…..”

Setelah itu dia menjilati selakanganku terasa sangat geli. Lidah nya bermain dengan lihay, lalu lidahnya menjilati memekku. Lubang memekku terus dijilatinya dengan penuh kegairahan. Setelah itu aku mengeluarkan cairan dari memekku. Kemudian dia menjulurkan penisnya ke depan mulutku. Dia memintaku untuk mengulum penisnya.

Aku jilati ujung penisnya dengan lidahku. Dari atas hingga ke bawah hingga Om Sandy merasakan kenikmatan,

“aaaahhh….aaaaaaahhhhhh…lagi Vik…enak…masukkan ke dalam mulutmu….aaaaaakkkkhh…”

Penisnya yang besar itu aku masukkan ke dalam mulutku hingga penuh. Tanganku mengocok penisnya naik turun dia semakin mendesah keras. Keluar masuk di dalam mulut penis itu terasa sangat nikmat,

“aaaaakkkhhhh….aaaahhhhhh……aaahhhh……..ooohhhh…….”

Dia melepaskan penisnya dan kembali dia menggesek-gesekkan penisnya kedalam lubang memkku. Dia gesekkan, oh nikmat sekali. Dia coba memasukkan penisnya ke dalam memekku secara perlahan. Masuk ujungnya ke dalam memekku dengan mudahnya. Dia menggoyang-goyangkan penisnya hingga seluruh bagian penis itu masuk. Maju mundur gerakan itu teras sangat nikmat,

“ooouuuugghhh…..ooouuugghh…aaaaakkkhhhh…”

Tangannya masih saja meremas payudaraku apalagi bibirnya mengulum payudaraku tanpa henti. Sedangkan penisnya terus keluar masuk ke dalam memekku. Mentok masuk ke dalam seperti tertancap di dalam memekku,

“aaaaaahhhh….aaahhhhhh…ooohhh….aaahhh…lagi om….aaaakkkkhhh….”

Aku menjepit penisnya kemudian melepaskannya aku jepit lagi om Sandy mendesah sangat keras,

“aaaaaaaaahhhhhh…lagi vik….aaaahhhhhh…..”

Pantatku aku angkat dan dia merasakan kenikmatan yang tak terkira. Aku juga sudah berpengalaman dengan seks jadi aku tahu bagaimana cara membuat dia puas. Aku terus mengangkat pantatku dan sedikit memberikan goyangan,

“aaaaaakkkhhhh….aaaahhhhhhhh…..aaaaakkkkkkhhh…..”

Keringat om Sandy jatuh bercucuran membasahi tubuhku. Tekanan penis itu semakin keras maju mundur dari dalam liang vaginaku keluar masuk sesuka hatinya. Aku hanya pasrah menikmati kenikmatan sex kami saat itu. Tak lama kemudian sperma om Sandypun  mengeluarkan spermanya didalam liang senggamaku,

“cccccrrrrroooooooooootttt…ccccrrrrrooooottttt….ccccrrrrrooootttttt……”

Om sandy tampak puas dan sangat menikmati seks denganku. Setelah itu aku masuk kekamar mandi membersihkan tubuhku. aku memakai pakaian kembali dan dia memberi ku uang sesuai perjanjian awal. Sejak saat itu aku bekerja sebagai SPG dan pemuas gairah om-om hidung belang. Biarlah semua dosa-dosa aku tanggung, karena sampai sekarang pekerjaan itu sudahmendarah daging padaku.

Tidak ada Komentar on "Diri Adalah Sumber Rejekiku"

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *