Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Janda Nakal Yang Memberiku Obat Perangsang

1648 0
13116727_1074712885931874_600647942_n

CERSEX69-Umurku 23 tahun, dan sekarang sedang kuliah di tingkat terakhir di sebuah PTS di Jakarta Asalku dari Sukabumi, dimana aku menghabiskan masa anak-anak dan remajaku, sampai kemudian aku pindah ke Jakarta empat tahun yang lalu Ekonomi keluargaku termasuk pas-pasan Ayahku hanyalah seorang pensiunan pegawai bank pemerintah di Sukabumi Sedangkan ibuku bekerja sebagai guru sebuah SMA negeri di sana

Aku tinggal di kos di daerah Jakarta Barat. Karena uang kiriman orang tuaku kadang-kadang terlambat dan terkadang bahkan tidak ada kiriman sama sekali, untuk bertahan hidup, akupun menjadi guru privat anak-anak SMA. Memang aku beruntung dikaruniai otak yang lumayan encer.

Akupun hidup prihatin di ibukota ini, terkadang seharian aku hanya makan mie saja untuk mengganjal perutku Aku pikir tidak mengapa, asal aku bisa hemat untuk bisa membeli buku kuliah dan lain sebagainya, sehingga aku bisa lulus dan membanggakan kedua orang tuaku

Terkadang aku iri melihat teman-teman kuliahku. Mereka sering dugem, berpakaian bagus, bermobil, mempunyai HP terbaru, dll Salah satu dari teman kuliahku bernama Monika Dia gadis cantik dan kaya Ia anak seorang direktur sebuah perusahaan besar di Jakarta Percaya atau tidak, dia adalah pacarku .

Kadang aku heran, kok dia bisa tertarik padaku Padahal banyak teman laki-laki yang bonafid, mengejarnya Ketika kutanyakan hal ini, ini bukan ge-er, dia bilang kalau menurutnya aku orang yang baik, sopan dan pintar.

Disamping itu, dia suka dengan wajahku yang katanya “cute”, dan perawakanku yang kekar Nggak percuma juga aku sering latihan karate waktu di Sukabumi dulu Monika dan aku telah berpacaran semenjak dua tahun belakangan ini Walaupun kami berbeda status sosial, dia tidak tampak malu berpacaran denganku.

Akupun sedikit minder bila menjemputnya menggunakan motor bututku, di rumahnya yang berlokasi di Pondok Indah Sering orang tuanya, mereka juga baik padaku, menawarkan untuk menggunakan mobil mereka jika kami akan pergi bersama

Tetapi aku memang mempunyai harga diri atau gengsi yang tinggi (menurut Monika pacarku, gengsiku ketinggian), sehingga aku selalu menolak Kemana-mana aku selalu menggunakan motor bersama Monika Monikapun tidak berkeberatan bahkan mengagumi prinsip hidupku Saat makan atau nonton, aku selalu menolak bila dia akan mentraktirku Aku bilang padanya sebagai laki-laki aku yang harus bayarin dia Meskipun tentu saja kami akhirnya hanya makan di rumah makan sederhana dan nonton di bioskop yang murah

Itupun aku lakukan kalau sedang punya uang Kalau tidak ya kami sekedar ngobrol saja di rumahnya atau di tempat kostku Monika adalah gadis baik-baik Aku sangat mencintainya Sehingga dalam berpacaran kami tidak pernah bertindak terlalu jauh Kami hanya berciuman dan paling jauh saling meraba.

Memang benar kata orang, bila kita benar-benar mencintai seseorang, kita akan menghormati orang tersebut Monika pernah bilang padaku, kalau ia ingin mempertahankan keperawanannya sampai ia menikah nanti Terlebih akupun waktu itu masih perjaka

Mungkin hal ini sukar dipercaya oleh pembaca, mengingat trend pergaulan anak muda Jakarta sekarang. Keadaanku mulai berubah semenjak beberapa bulan yang lalu Saat itu aku ditawari sebuah peluang untuk berwiraswasta oleh seorang temanku Aku tertarik mendengar cerita suksesnya Terlebih modal yang dibutuhkanpun sangat kecil, sehingga aku berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba

Hasilnya ternyata luar biasa Mungkin memang karena bidang ini masih banyak peluang, disamping strategi pemasaran yang disediakan oleh program ini sangat jitu Penghasilankupun per bulan sekarang mencapai jutaan rupiah Mungkin setingkat dengan level manajer perusahaan kelas menengah Bekerjanyapun dapat part-time sambil disambi kuliah Memang beruntung aku menemukan program ini

Semenjak itu, penampilanku berubah Gaya hidup yang sudah lama aku impikan sekarang telah dapat kunikmati HP terbaru, pakaian bagus, sudah dapat aku beli Semakin sering aku mengajak Monika untuk makan di restoran mahal serta nonton film terbaru di bioskop. Monika sempat kaget dengan kemajuanku. Sempat disangkanya aku berusaha yang ilegal, seperti menjual narkoba

Tetapi setelah aku jelaskan apa bisnisku, dia pun lega dan ikut senang Disuruhnya aku bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan jalan kepadaku Hanya satu saja yang masih kurang Aku belum punya mobil Setelah menabung dari hasil usahaku selama berbulan-bulan, akhirnya terkumpul juga uang untuk membeli mobil bekas Kulihat di suratkabar dan tertera iklan tentang mobil tahun 1997 warna gold metalik. Aku tertarik dan langsung kutelpon si penjualnya

“Ya betul… mobil saya memang dijual” Suara seorang wanita menjawab di ujung telepon “Harganya berapa Bu?”

“Empat puluh delapan juta”
“Kok mahal sih Bu?”
“Kondisinya bagus lho. Semuanya full orisinil”

Dengan cepat kukalkulasi danaku Wah Untung masih cukup, walaupun aku harus menjual motorku dulu Tetapi akupun berpikir, siapa tahu harganya masih bisa ditawar Kuputuskan untuk melihat mobilnya terlebih dahulu

“Alamatnya dimana Bu?”

Diapun kemudian memberikan alamatnya, dan aku berjanji untuk datang ke sana sore ini sehabis kuliah

Setelah mencari beberapa lama, sampai juga aku di alamat yang dimaksud

“Selamat sore” sapaku ketika seorang wanita cantik membuka pintu
“Oh sore ” jawabnya

Aku tertegun melihat kecantikan si ibu. Usianya mungkin sekitar 35 tahunan, dengan kulit yang putih bersih, dan badan yang seksi. Payudaranya yang tampak penuh di balik baju “you can see” menambah kecantikannya Agar pembaca dapat membayangkan kecantikannya, aku bisa bilang kalau si ibu ini 80% mirip dengan artis, bintang film itu

“Saya Wawan yang tadi siang telepon ingin melihat mobil ibu”
“Oh Ya silakan masuk ”

Akupun masuk ke dalam rumahnya

“Tunggu sebentar ya Wan Mobilnya masih dipakai sebentar menjemput anakku les. Mau minum apa?”“

Ah Nggak usah ngerepotin Apa saja deh Bu” Akupun kemudian duduk di ruang tamu Tak lama si ibu datang dengan membawa segelas air sirup

“Kamu masih kuliah ya,” tanyanya setelah duduk bersamaku di ruang tamu
“Iya Bu Hampir selesai sih “
“Ayo diminum Beruntung ya kamu Dibelikan mobil oleh orang tuamu” si ibu berkata lagi

Kuteguk sirup pemberian si ibu Enak dan segar sekali rasanya menghilangkan dahagaku

“Oh Ini saya beli dari usaha saya sendiri, Bu Mangkanya jangan mahal-mahal dong” jawabku
“Wah Hebat kamu kalau gitu Memang usaha apa kok masih kuliah sudah bisa beli mobil”
“Yah usaha kecil-kecilan lah” jawabku seadanya
“Ngomong-ngomong mobilnya kenapa dijual Bu?”

“Aduh kamu ini ba Bu ba Bu dari tadi Saya kan belum terlalu tua Panggil saja mbak Sonya ” jawabnya sambil sedikit tertawa genit “Mobilnya akan saya jual karena mau beli yang tahunnya lebih baru”

“Oh begitu ” jawabku

Kemudian mbak Sonya tampak melihatku dengan pandangan yang agak lain Agak rikuh aku dibuatnya Terlebih mbak Sonya duduk sambil menumpangkan kakinya, sehingga rok mininya agak sedikit terangkat memperlihatkan pahanya yang putih mulus

“Anaknya berapa mbak Terus suami mbak kerja dimana?” tanyaku untuk menghilangkan kerikuhanku
“Anakku satu Masih SD Suamiku sudah nggak ada. Dia meninggal dua tahun yang lalu” jawabnya

“Waduh Maaf ya mbak”
“Nggak apa kok Wan Kamu sendiri sudah punya pacar?”
“Sudah, mbak”
“Cantik ya?”
“Cantik dong mbak ” jawabku lagi

Duh, aku makin rikuh dibuatnya Kok pembicaraannya jadi ngelantur begini Mbak Sonya kemudian beranjak duduk di sebelahku

“Cantik mana sama mbak ” katanya sambil tangannya meremas tanganku
“Anu Aduh Sama-sama, mbak juga cantik” jawabku sedikit tergagap
“Kamu sudah pernah begituan dengan pacarmu?” Sambil berkata, tangan mbak Sonya mulai berpindah dari tanganku ke pahaku
“Belum Mbak Saya masih perjaka. Saya nggak mau begituan dulu” jawabku sambil menepis tangan mbak Sonya yang sedang meremas-remas pahaku

Jujur saja, sebenarnya akupun sudah mulai terangsang, akan tetapi saat itu aku masih dapat berpikir sehat untuk tidak mengkhianati Monika pacarku Mendengar kalau aku masih perjaka, tampak mbak Sonya tersenyum

“Mau mbak ajarin caranya bikin senang wanita?” tanyanya sambil tangannya kembali merabai pahaku, dan kemudian secara perlahan mengusap-usap penisku dari balik celana

“Aduh Mbak Saya sudah punya pacar Nggak usah deh ”“Mobilnya kapan datang sih?” lanjutku lagi

“Sebentar lagi Mungkin macet di jalan Mau minum lagi? “ Tanpa menunggu jawabanku, mbak Sonya pergi ke belakang sambil membawa gelasku yang telah kosong Lega juga rasanya terlepas dari bujuk rayu mbak Sonya

Beberapa menit kemudian, mbak Sonya kembali membawa minumanku

“Ayo diminum lagi” kata mbak Sonya sambil memberikan gelas berisi sirup padaku Kuteguk sirup itu, dan terasa agak lain dari yang tadi Mbak Sonya kemudian kembali duduk di sebelahku
“Ya sudah Kamu memang setia nih ceritanya Kita ngobrol aja deh sambil menunggu mobilnya datang, OK?”

“Iya mbak ” jawabku lega
“Kamu ngambil jurusan apa?”
“Ekonomi, mbak”
“Kenal pacarmu di sana juga?”

Waduh Aku berpikir kok si mbak kembali nanyanya yang kayak begituan “Iya dia teman kuliah”

“Ceritain dong gimana ketemuannya” Yah daripada diminta yang nggak-nggak, aku setuju saya menceritakan padanya tentang kisahku dengan Monika

Kuceritakan bagaimana saat kami berkenalan, ciri-cirinya, acara favorit kami saat pacaran, tempat-tempat yang sering kami kunjungi Setelah beberapa lama bercerita, entah mengapa nafsu birahiku terangsang hebat Akupun merasakan sedikit keringat dingin mengucur di dahiku. Kenapa Wan Kamu sakit ya” tanya mbak Sonya tersenyum sambil kembali meremas tanganku Tangannya kemudian beralih ke pahaku dan kembali diusap dan diremasnya perlahan

“Anu mbak rasanya kok agak aneh ya?” jawabku

“Tapi enak kan?”Mbak Sonyapun kemudian mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan kemudian bibir kamipun telah saling berpagut Tak kuasa lagi aku menolak mbak Sonya Nafsuku telah sampai di ubun-ubun

“Saya tadi dikasih apa mbak” tanyaku lirih

“Ah Cuma sedikit obat kok Supaya kamu bisa lebih rileks” jawabnya sambil tangannya mulai membuka retsleting celanaku “Ayo, mbak ingin merasakan penismu yang masih perjaka itu” lanjutnya sambil kembali menciumi wajahku Mbak Sonyapun kemudian membuka celanaku beserta celana dalamnya sekaligus “Hmm Besar juga ya punyamu Mbak suka kontol besar anak muda begini”

Tangannya mulai mengocok penisku perlahan Kemudian mbak Sonya merebahkan kepalanya dipangkuanku Diciumnya kepala penisku, dan lantas dengan bernafsu dikulumnya penisku yang sudah tegak menahan gairah berahi “Ah Mbak ” desahku menahan nikmat, ketika mulut mbak Sonya mulai menghisap dan menjilati penisku Tangan mbak Sonyapun tak tinggal diam Dikocoknya batang penisku, dan diusap-usapnya buah zakarku

Setelah sekian lama penisku dipermainkannya, kembali mbak Sonya bangkit dan menciumiku “Kita lanjutin pelajarannya di kamar yuk sayang ” bisiknya Akupun sudah tak kuasa menolak Nafsu berahi telah menguasai diriku Kamipun beranjak menuju kamar tidur mbak Sonya di bagian belakang rumah Sesampainya aku di kamar, mbak Sonya kembali menciumiku Kemudian tangankupun diraihnya dan diletakkan di payudaranya yang membusung “Ayo sayang Kamu remas ya”Kuikuti instruksi mbak Sonya dan kuremas payudara miliknya

Mbak Sonyapun terdengar mengerang nikmat “Sayang… tolong bukain baju mbak ya” Mbak Sonya membalikkan badan dan akupun membuka retsleting baju “you can see”nya Setelah terbuka, mbak Sonya kembali berbalik menghadapku “BHnya sekalian donk sayang ” ujarnya Kuciumi kembali wajahnya yang ayu itu, sambil tanganku mencari-cari pengait BH di punggungnya “Aduh Kamu lugu amat ya Mbak suka ” katanya disela-sela ciuman kami “Pengaitnya di depan, sayang ”Kuhentikan ciumanku, dan kutatap kembali BHnya yang membungkus payudara mbak Sonya yang besar itu

Kubuka pengaitnya sehingga payudara kenyal itupun seolah meloncat keluar “Bagus khan sayang Ayo kamu hisap ya ”Tangan mbak Sonya merengkuh kepalaku dan didorong ke arah dadanya Tangannya yang satunya lagi meremas payudaranya sendiri dan menyorongkannya ke arah wajahku “Ah Enak Anak pintar Sshh” desah mbak Sonya ketika aku mulai menghisap payudaranya “Jilati putingnya yang ” instruksi mbak Sonya lebih lanjut Dengan menurut, akupun menjilati puting payudara mbak Sonya yang telah mengeras

Kemudian aku kembali menghisap sepasang payudaranya bergantian Setelah puas aku hisapi payudaranya, mbak Sonya kemudian mengangkat kepalaku dan kembali menciumiku “Sekarang kamu buka rok mbak ya”Mbak Sonya merengkuh tanganku dan diletakkannya di pantatnya yang padat Kuremas pantatnya, lalu kubuka retsleting rok mininya Aku terbelalak melihat Mbak Sonya ternyata menggunakan celana dalam yang sangat mini

Seksi sekali pemandangan saat itu Tubuh mbak Sonya yang padat dengan payudara yang membusung indah, ditambah dengan sepatu hak tinggi yang masih dikenakannya Kembali mbak Sonya mencium bibirku Lantas ditekannya bahuku, membuatku berlutut di depannya.

Tangan mbak Sonya lalu menyibakkan celana dalamnya sehingga vaginanya yang berbulu halus dan tercukur rapi nampak jelas di depanku “Cium di sini yuk sayang ” perintahnya sambil mendorong kepalaku perlahan “Oh my god Sshh” erang mbak Sonya ketika mulutku mulai menciumi vaginanya

Kujilati juga vagina yang berbau harum itu, dan kugigit-gigit perlahan bibir vaginanya “Ahh Kamu pintar ya Ahh” desahnya Mbak Sonya lantas melepaskan celana dalamnya, sehingga akupun lebih bebas memberikan kenikmatan padanya “Jilat di sini sayang ” instruksi mbak Sonya sambil tangannya mengusap klitorisnya Kujilati klitoris mbak Sonya Desahan mbak Sonya semakin menjadi-jadi dan tubuhnya meliuk-liuk sambil tangannya mendekap erat kepalaku

Beberapa saat kemudian, tubuh mbak Sonyapun mengejang “Yes Ah Yes ” jeritnya Liang vaginanya tampak semakin basah oleh cairan kewanitaannya Kusedot habis cairan vaginanya sambil sesekali kuciumi paha mulus mbak Sonya Tak percuma ilmu yang kudapat selama ini dari pengalamanku menonton video porno “Kita terusin di ranjang yuk ” ajaknya setelah mengambil nafas panjang Akupun kemudian melucuti semua pakaianku

Mbak Sonya lalu membuka sepatu hak tingginya, sehingga sambil telanjang bulat, kami merebahkan diri di ranjang “Ciumi susu mbak lagi dong yang ”Aku dengan gemas mengabulkan permintaannya Payudara mbak Sonya yang membusung kenyal, tentu saja membuat semua lelaki normal, termasuk aku, menjadi gemas Sementara mulutku sibuk menghisap dan menjilati puting payudara mbak Sonya, tangannya menuntun tanganku ke vaginanya

Akupun mengerti apa yang ia mau Tanganku mulai mengusap-usap vagina dan klitorisnya Mbak Sonya kembali mengerang ketika nafsu berahinya bangkit kembali Ditariknya wajahku dari payudaranya dan kembali diciuminya bibirku dengan ganas Selanjutnya, mbak Sonya menindih tubuhku Dijilatinya puting dadaku dan kemudian perutkupun diciuminya Sesampainya di penisku, dengan gemas dijilatinya lagi batangnya

Tak lama kemudian, kepala mbak Sonyapun sudah naik turun ketika mulutnya menghisapi penisku “Sekarang mbak pengin ambil perjakamu ya ”Sambil berkata begitu, mbak Sonya menaiki tubuhku Diarahkannya penisku ke dalam vaginanya Rasa nikmat luar biasa menghinggapiku, ketika batang penisku mulai menerobos liang vagina mbak Sonya “Uh Nikmat sekali Mbak suka kontolmu Enak ” desah mbak Sonya sambil menggoyangkan tubuhnya naik turun di atas tubuhku

“Heh Heh Heh ” begitu suara yang terdengar dari mulut mbak Sonya Seirama dengan ayunan tubuhnya di atas penisku “Mbak suka Ahh Ngentotin anak muda Ahh Seperti kamu Yes Yes ”Mbak Sonya terus meracau sambil menikmati tubuhku

Tangannya kemudian menarik tanganku dan meletakkannya di payudaranya yang bergoyang-goyang berirama Akupun meremas-remas payudara kenyal itu Suara desahan mbak Sonya semakin menjadi-jadi “Enak Ahh Ayo terus Entotin mbak Ah Anak pintar Ahh ”Tak lama tubuh mbak Sonyapun kembali mengejang Dengan lenguhan yang panjang, mbak Sonya mengalami orgasme yang kedua kalinya Tubuh mbak Sonya kemudian rubuh di atasku Karena aku belum orgasme, nafsukupun masih tinggi menunggu penyaluran

Kubalikkan tubuh mbak Sonya, dan kugenjot penisku dalam liang kewanitaannya Rasa nikmat menjalari seluruh tubuhku Kali ini eranganku yang menggema dalam kamar tidur itu “Oh Enak mbak Yes Yes ” erangku ditengah suara ranjang yang berderit keras menahan guncangan “Wawan mau keluar mbak ” kataku ketika aku merasakan air mani sudah sampai ke ujung penisku “Keluarin di mulut mbak, sayang ”Akupun mencabut keluar penisku dan mengarahkannya ke wajah mbak Sonya

Tangan mbak Sonya langsung meraih penisku, untuk kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya “Ahh Mbak ” jeritku ketika aku menyemburkan air maniku dalam mulut mbak Sonya Mbak Sonya lantas mengeluarkan penisku dan mengusap-usapkannya pada seluruh permukaan wajahnya yang cantik

Setelah membersihkan diri, kamipun kembali duduk di ruang tamu “Enak Wan?” tanyanya sambil tersenyum genit “Enak mbak… memang mbak sering ya beginian”“Nggak kok Kalau pas ada anak muda yang mbak suka saja ”“Oh Mbak sukanya anak muda ya ”“Iya Wan Disamping staminanya masih kuat Mbak juga merasa jadi lebih awet muda ” jawab mbak Sonya genit

Tak lama mobil yang dinantipun datang. Akhirnya aku jadi membeli mobil mbak Sonya itu. Disamping kondisinya masih bagus, mbak Sonya memberikan korting delapan juta rupiah “Asal kamu janji sering-sering main ke sini ya” katanya sambil tersenyum saat memberikan potongan harga itu. Kejadian ini berlangsung sebulan yang lalu Sampai saat ini, aku masih berselingkuh dengan mbak Sonya

Sebenarnya aku diliputi perasaan berdosa kepada Monika pacarku. Tetapi apa daya, setelah kejadian itu, aku jadi ketagihan bermain seks. Aku tetap sangat mencintai pacarku, dan tetap menjaga batas-batas dalam berpacaran Tetapi untuk menyalurkan hasratku, aku terus berhubungan dengan mbak Sonya.

Bisniskupun makin lancar. Keuanganku semakin membaik, sehingga aku sanggup memberikan hadiah-hadiah mahal pada Monika untuk menutupi rasa bersalahku.

Tidak ada Komentar on "Cerita Dewasa Selingkuh Dengan Janda Nakal Yang Memberiku Obat Perangsang"

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *