Menyetubuhi Asisten Dosen Yang Nakal

3135 0
10940479_424249877730674_1423567702824939474_n

cersex69-Pekerjaan saya staff karyawan di Bank yg ada di sebuah universitas. Saya juga mempunyai pengalaman yg tak dapat aku kulupakan. Saya telah menyetubuhi cewek muda  dan dia adalah seorang asisten dosen di uni versita tempat saya bekerja . Jika dilihat dari penampilan, diri saya jg nggak kalah keren dgn mahasiswa di kampus ini. Saya jg masih muda dan berbadan tegap. Saya memang sangat tertarik dengan asisten dosen itu, saya memang suka dgn wanita yg tubuhnya agak kurus, tinggi, tetapi secara proporsional “lengkap” baik ukuran buah dadanya maupun pantatnya. Pantatnya tdk  harus terlalu besar namun yaa sesuai dgn pinggangnya, wajahnya seperti anak-anak imut , namun menunjukkan kecerdasan, dan kecerdasannya itulah yg bikin aku sangat tertarik dan berpikiran kotor dengan nya.

saat itu saya baru pulang kerja pada jam lima sore, saya lihat dia sedang berdiri menunggu hujan agak mereda pada saat itu, kita mengajaknya mengobrol karena dia dan aku juga searah. Saya ditawari utk ikut serta dgn mobilnya. Di dalam  perjalanan kami di mobil bercerita tentang segala macam pengalaman . Saya merasa ingin terus bercerita dengan nya.

Singkat cerita  kami telah tiba di sebuah persimpangan jalan di mana saya harus turun, tetapi di luar masih hujan rintik-rintik yang lumayan deras, dia memaksa untuk  mengantarkan saya sampai rumah karena jarak sari persimpangan ke rumah tidak begitu jauh. Tiba di rumah saya menawarkannya utk masuk ke rumah beristirahat sejenak, dia akhirnya mau dan meminjam kamar kecil yg kemudian saya mengetahuinya digunakan utk mengganti panty shield.

saat bertatapan di depan kamar mandi sepertinya saya merasakan dia menyukai saya, setelah dia selesai dari kamar mandi, aku langsung menerjang bibirnya. Kuhisap mulut dan bibirnya yg lembut, tercium aroma tubuhnya dengan parfum yang harum, tanganku bergerak merangkulnya dia memegang bahu dan otot bisep dan trisepku.

Rupanya dia jg tertarik dgn tubuhku yg atletis, karena rambutnya sebahu, kusibakkan rambutnya ke belakang sehingga bisa kulihat belakang kupingnya dan tengkuk lehernya . Lalu kutarik perlahan hisapan mulutku pada bibirnya, dia menampar lalu kucium leher pada bagian bawah lehernya. Rupanya dia sungguh menikmatinya. Perlahan jari-jemarinya membuka kancing bajuku satu-persatu lalu tangannya masuk di sela-sela dan mengelus dadaku, terasa jantung berdebar debar kencang, sementara keadaan di luar rumah hujan dan dingin.

Tangan kananku mencoba mencari ritsluiting roknya di bagian belakang roknya. Setelah kutemukan, kuturunkan perlahan, tangan kirinya kemudian memegang tanganku sebagai tanda tak setuju. Tetapi karena itu kupindahkan lagi bibirku utk kembali mencium dalam-dalam bibirnya yg tipis itu. Nafas menderu dan berdesah, sementara semakin rapat saja payudaranya menekan dadaku. Kali ini berhasil kuturunkan ritsluiting roknya, kemudian ia melangkahi keluar dari lingkaran roknya yg telah turun ke lantai.

Lama jg aku mencium gadis ini, mungkin ada hampir 10 menitan kemudian aku menatap matanya. Tak ada keraguan dari dirinya, kemudian kugendong dia menuju ke kamar, sampai di kamar ku baringkan dia perlahan ke tempat tidur. Sementara kuturunkan celana panjangku. Kupeluk dia, kucium rambutnya sementara kubuka baju kemudian kaus dalamnya, kulihat kulitnya putih mulis  sekali.

Kemudian ia mengisyaratkan aku utk menggunakan kondom, tetapi aku tdk punya, kemudian ia menepuk pipiku dan menarik pipiku sampai mulutku monyong.

“Gue nggak mau resiko, dasar anak nakal”, kemudian dia keluar kamar sambil hanya mengenakan pakaian dalam.

Kemudian dia kembali sdh membawa beberapa kondom yg salah satunya sdh dia buka dgn cara digigit di depanku. Kemudian dia duduk di pahaku, sementara aku sdh telentang.

Dia mengamati bentuk k0ntolku yg agak kentara, karena sdh agak mengeras di dalam celana dalam. Dia memainkan kuku telunjuknya mengikuti bentuknya dan mengelusnya perlahan. Sementara aku menarik CD-ku agak turun. Sehingga kini tegaklah k0ntolku dgn perkasa dan ia tertawa melihatnya. Dia memegang batang k0ntolku dgn tangan kirinya dan mengelus-elusnya perlahan.

Aliran darah menuju k0ntolku semakin bertambah tegangnya, sehingga terlihat urat-urat di sekitar batangnya. Lalu tanganku ditariknya utk memegang k0ntolku sementara dia memasangi kondom itu dgn kedua tangannya. Maklum k0ntolku diameternya hampir sama dgn botol Aqua Rp 1000-an, namun panjangnya hampir sama dgn botol Aqua yg Rp 1500-an.

Akhirnya usaha utk memasukkan kondom itu berhasil lalu dia bergerak maju dan agak berdiri setengah jongkok. Kemudian aku mengarahkan kepala k0ntolku yg terselaputi itu ke arah lubang memeknya. Dia tdk membuka celana dalamnya, dia hanya menyampingkan sedikit bagian bawah celananya, tetapi dia menarik panty shield-nya dan membuangnya ke lantai. Dia turun sedikit sehingga kepala k0ntolku terbenam pada bagian kemaluannya. Agaknya dia berteriak tertahan dan berdesis,

“Mmmmppphhhh.. ahkk”, sepertinya memang agak rapat otot-otot kewanitaannya.

Dia bangun lalu menyuruhku utk melakukan petting kembali. Tangannya menarik tanganku utk meremas-remas payudaranya yg memang agak kecil dan bila ia tiduran tambah tdk terlihat tetapi tetap saja membuatku bertambah nafsu melihat ekspresi wajahnya. Sementara kudekatkan wajahku utk mencium bibir dan lehernya. Tangan kiriku bergerak turun ke balik celana dalamnya yg berwarna putih. Kuikuti alur garis bibir kemaluannya turun kemudian ke atas agak menyelip masuk sedikit ke dalam, kemudian naik ke atas agak di atas liang kenikmatannya.

Kucari benjolan kecil yg kemudian dapat kusentuh-sentuh dan kugerak-gerakkan, seiring itu dia bergerak-gerak tanpa sengaja dia menggigit bibirku, aku menarik wajahku dgn reflek. Tanganku yg tadinya kugunakan utk meraba payudaranya, kugunakan utk menarik bibirku agar terlihat dgn mataku,

“Sorry nggak sengaja”, katanya.

Langsung saja kutarik celana dalamnya turun sampai ke betis, lalu kulihat bagaimana kemaluannya masih ditumbuhi bulu yg tdk terlalu lebat, halus namun merata. Lalu warna merah jambu bibir kemaluannya dgn bagian pantat yg tdk gemuk ia terlihat seperti anak-anak. Langsung saja kutindih tubuhnya namun kujaga agar ia tdk langsung kaget menerima beban tubuhku. Kepala k0ntolku kuarahkan ke arah bagian kemaluannya, tetapi aku kembali menciumi bibirnya dgn bibirku yg agak berdarah. Agak asin kurasakan kini, waktu itu k0ntolku tdk masuk melainkan kegesek di luar saja kemudian kuangkat pantatku dan kulebarkan pahanya.”

Sementara tangan kananku meraih bantal dan kuletakkan dibawah pinggang Tiara, (oh ya namanya Tiara) sehingga agak terangkat. Kemudian kuarahkan masuk kepala k0ntolku sedikit demi sedikit kurasakan hangatnya “di kedalaman”.

“mmmmppphhh.. ssshhhhhh..” aku atau dia yg berdesis, aku sdh tdk ingat. Tak sampai penuh masuk, kutarik lagi k0ntolku dan kulebarkan kembali pahanya dan kumasukkan kembali k0ntolku dgn agak memaksa.
“Ouuuuggghhhhh”, ujarnya.

Kutarik ke atas pantatku kemudian kubenamkan kembali k0ntolku setelah beberapa kali terulang kutarik agak keluar dan kemudian kudesak sangat dalam sampai pangkal atau buah zakarku tertekan pada lubang duburnya.

Selama kejadian itu berlangsung tangan dia memelukku dgn erat namun seakan melemah ketika pinggangku kuangkat naik. Saling tarik nafas terjadi bagai sebuah kancah berebut oksigen sehingga beberapa menit kemudian desakan dari dalam tak bisa kutahan dan kulepaskan saja semuanya. Nafasku terengah-engah, putus-putus, tak lama kemudian aku merasakan rasa tolakan serta desakan yg kuat dari dalam memek Tiara. Keringat dingin terasa di tubuhku dan kejang-kejang serta ekspresi lain yg tak kuingat dan kulihat karena aku merem menyertai pada diri Tiara.

“Ooogggghhhhh.. mmmmpphhhhh”, kemudian dia memelukku erat walaupun terasa desakan dari dalam kuat tetap saja tak mampu mengeluarkan k0ntolku, malah jadinya kutekan sekuatku ke dalam.

Lalu tak terasa aku tertidur lemas sampai akhirnya ia menggeserku agar pindah dari atas tubuhnya. K0ntolku terangkat dan bersandar di pahanya. Kuberikan isyarat utk mencopot kondomnya, ia kemudian melakukannya. Kupegang k0ntolku dan kugerak-gerakkan,

“Berani nggak?” kutanya.

Begitu k0ntol itu dipegangnya ia baru terkena di bibirnya dan terjilat sekali, dia kemudian muntah di lantai.

“Pusing ah..” iya memang karena seharian kerja aku jg sempat kunang-kunang, setelah mencapai klimaks.

Singkatnya hubungan itu kami lanjutkan sampai sekarang, dan kita sama-sama memuaskan satu sama lain. Tetapi kasihan dia sepertinya capai. Akhirnya tetap saja kupandangi dgn suatu keinginan ke arah bagian belakang pantat mungilnya itu ketika ia berbalik arah utk pergi.

Tidak ada Komentar on "Menyetubuhi Asisten Dosen Yang Nakal"

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *