Temen Seks

6564 0
adadaada

cerser69 – jam dinding di kantorku menunjuk pada angka 13.20 saat bbm dr gilang masuk, malas rasanya…aku tau yang ditawarkan pasti ajakan kencan, gak hanya sekali aku tolak ajakan dia..apalagi moodku siang ini bener2 kacau, ditambah kerjaan yang menumpuk membuat otak ini terasa penuh. Akhirnya kubuka bbm ku. “Ayo ketemu, aku udah pingin banget. Jangan nolak” isi bbm dari Gilang, salah satu temen ngentotku.

Aku almira, tinggiku sekitar 155cm dengan ukuran bra 32B, termasuk kecil untuk ukuran cewek seumuranku. Nafsu seksku yang meluap2 membuatku kurang puas hanya bercinta dengan suamiku saja. Aku sudah melepas perawanku saat duduk dibangku SMA, teman kakakku yang mengenalkanku akan nikmatnya seks. Terlalu seringnya dy kerumah untuk main dengan kakakku yang membuatnya tergiur untuk mencicipiku.bukan salahnya juga, aku terbiasa memakai pakaian mini bila dirumah.blom lagi BH tak perna aku kenakan.pakaian longgar dan hotpant pakaianku sehari2.

Balik lagi ke Gilang, aku mengenalnya dr teman yang dulunya juga sering menikmati tubuhku. lebih tua 3tahun dengan tinggi 165 dengan tapi postur badan yang sedikit kurus dan berkulit gelap,yah..aku menyukai postur tubuh seperti ini…menurutku lelaki kurus pasti punya kontol yang kuat. Ditmbah lagi dia sudah menikah, pesonanya smakin kuat rasanya. Tapi akhir2 ini aku benar2 malas melayaninya..nafsunya smakin hari smakin kuat saja.

BBm dari dia gak aku balas hanya aku baca saja. Dia BBM lagi “PING!!!” sampai berkali2 sampai akhirnya aku putus asa “Iya deh atur aja. Lagi sibuk nih”. Sampai akhirnya 2hari berikutnya dia bbm lagi. Hari itu hari kamis sepulang aku kerja “Aku tunggu di Hotel XXX, aku sudah pesan kamar no XX langsung masuk aja, aku punya kejutan buat kamu”, rasa penasaran mmembuatku ingin secepatnya kesana. Aku langsung saja mandi dan siap2 berangkat ke hotel.

Begitu masuk kamar, aku langsung di dekap dari belakang, dicium leherku, toketku diremasnya kasar,aku sempat berontak untuk melonggarkan remasanya, tanpa dilindungi BH membuatku merontak kesakitan. maklum aku memang tidak suka memakai BH kemana2. Padahal saat itu pintu kamar masih terbuka. Rasanya sakiiiit sekali tapi coba kunikmati pelan2, kutahan rasa sakit yang lama2 menjadi nikmat, “Emhhhhh…” kupejamkan mataku sambil menikmati permainannya. Kemudian aku balikkan badanku, kuraih lehernya dan kita mulai berciuman panas, bibirku di sedot kasar olehnya, lidahku kumasukkan dalam ke mulutnya, kuputar2 dan bergelut dengan lidahnya, sambil dia meremas2 pantatku sampai aku sadar pintu masih terbuka. Kulepas ciumannya dan mendorongnya pelan kemudian ku tutup pintu kamar hotel dan aku kunci.

Aku sudah tidak sabar menunggu lama, aku lepas baju dan celanaku membelakanginya, sekarang aku hanya memakai celana dalam saja, dan tiba2 dia memelukku dari belakang, membalik badanku dan kita mulai berciuman lagi. “emmhhh… emmhhh…” hanya itu saja yang keluar dari bibirku. Dan seperti biasanya perlakuan dia memang kasar..erangan kesakitanku semakin membuatnya bernafsu untuk menindihku. Diciumnya leherku sambil kembali meremas2 pantatku.

“Aaaaakkhhhh….” aku menjerit kecil waktu dia tiba2 menjilat putingku dan sesekali menggesekkan giginya, dia tahu kalau putingku adalah tempat paling sensitif di tubuhku. Digigitnya kerassss… “Aaaaaahhhhh…” aku teriak kencang karena sensasi sakit bercampur nikmat kurasakan menjalar di seluruh tubuhku. Aku sudah gak peduli teriakanku bisa di dengar dari luar kamarku. Semakin sakit semakin nikmat kurasakan gigitannya di putingku sambil dia mencoba mnggesek memekku yang sudah basah dari luar CDku.

Setelah itu dia melepas ciumannya, dia mengambil sesuatu dari ranselnya kemudian berjalan ke arahku. Dia membalik tubuhku , ditarik kedua tanganku dan diikatnya kebelakang dengan tali sangat kencang dan terasa sakit saking kuatnya ikatannya. Aku mencoba tenang dan menikmati permainannya, setelah dia merasa ikatannya sudah kuat, kemudian dia mendorong tubuhku ke tempat tidur dengan keras. Aku sangan kaget dengan perlakuannya. Aku tak berdaya tengkurap dengan tangan terikat, perasaanku bercampur aduk, antara kaget, takut, nafsu dan penasaran. Tapi kucoba untuk tetap tenang dan menikmati permainannya.

Kemudian secara tiba2 dia membalik badanku menjadi telentang, “kamu apain nih aku?” aku coba beranikan diri bertanya. “Udah diem aja gak usah bawel” dia jawab dengan nada marah dan nafas yang menggebu2. diikatnya kedua kakiku ke sudut2 tempat tidur sehingga posisi kakiku mengangkang dengan keadaan aku masih memakai CD saja. Kemudian dia menyumpal mulutku dengan kain dan di ikat kebelakang kepalaku. Sakit rasanya tanganku tertindih aku triak dengan mulut yang tersumpal kain, dia mendekat ke arahku dan menamparku pipiku dengan keras. “jangan triak.., kalau kamu berani triak, aku tampar lebih keras..” bentaknya kepadaku.

Aku menenangkan diri, menahan rasa sakit di tubuhku yang semakin lama semakin kurasa nikmat disiksa seperti ini. dengan lembut dia menciumi pipiku, menjilat telingaku, jilatan lidahnya turun ke leherku. “emmmmmmhhhh…” Sakit bercampur nikmat sekali. Jilatannya sangat lembut turun ke payudaraku dan sampailah di putingku. “Ohhmmmmmmmm..” , rasa nikmat menjalar sampai ke ubun2ku saat dia mulai memainkan lidahnya di putingku, tangan kirinya memlintir2 sambil ditarik keras, sakit dan nikmat bercampur menjadi satu. darahku terasa mengalir sangat cepat saat dia mengenyot2 keras putingku, aku tak bisa menahan nikmat ini sehingga akupun teriak dengan sekuat tenaga. “Plak..plak..plak…” dia menamparku dengan sangat keras. tamparannya pun membuat nafsu liarku semakin menjadi2.

Dia kembali menjilati putingku, turun ke perut dan sampailah lidahnya di depan memekku yang masih terbungkus CD. CDku sudah sangat basah oleh cairan kenikmatan yang sedari tadi tak henti2 keluar dari tempikku. Dia menjilati CDku, terasa sangat geli dan nikmat sekali sambil kedua tangannya memainkan kedua putingku.”emmhhh…” hanya suara itu saja yang keluar dari mulutku. Dia menggigit CDku tepat dibagian lubang kenikmatanku untuk melubangi CDku. Gigitannya sesekali mengenai labiaku terasa sakit tapi sangat kunikmati.

Setelah CDku robek, dia dengan segera melepas baju dan seluruh pakaian yang dia kenakan sehingga dia sekarang sudah telanjang bulat dengan kontolnya yang mengacung ingin segera dimasukkan ke tempikku. Diarahkan kontolnya ke tempikku dan dihujamkannya kerasss…. dalam… dan sangan kuat kedalam tempikku. Aku hanya bisa melenguh, merasakan kontolnya masuk terasa menyentuh bibir rahimku. Nafsuku menggila, kugoyangkan pantatku sebisanya untuk merasakan sensasi sodokan kontolnya di tempikku. Pelan2 dia menarik kontolnya dan menghujamkkannya dengan keras lagi sambil meremas kedua pentilku dengan sangat keras. “ouwwhhhhh…” dia mengerang…

Kemudian dia mulai mengocok kontolnya ke tempikku dengan keras. “Plak.. Plak.. Plak..” terdengan suara saat dia menghujamkan kontolnya ke tempikku. Sekitar 30menit kita bermain dengan posisiku terlentang, dia melepas ikatan kakiku. Tubuhku kemudian dibalik sehingga posisi menungging, Dihujamkan kembali kontolnya dari belakang sambil memegang tanganku yang terikat. “Plok.. Plok.. Plok..” suara terdengan keras. Tempikku terasa penuh dimasuki kontolnya. Nikmat sekali genjotannya dengan posisi DoggyStyle ini.

Setelah dia puas dengan doggystyle dia merubah posisiku menjadi duduk, dilepaskan sumpalan di mulutku kemudian dia memasukkan kontolnya kedalam mulutku dengan sangat kuat dan kasar. Aku sampai tidak bisa bernafas karena perlakuannya kepadaku. Aku terbatuk2, liurku membasahi kontolnya, aku jilati telurnya yang menggantung. Aku dijadikan seperti budak seksnya malam ini.

Dia melepaskan ikatan tanganku, kemudian aku mengocok kontolnya sambil telurnya aku sedot2. “emmmhh… terusin sayang..” kata2 yang keluar dari mulutnya. Keringat kami bercucuran membasahi sprei yang sudah tidak karuan lagi posisinya. Dia mulai lagi memasukkan kontolnya ke tempikku dengan posisi missionaris, digenjot dengan pelan dan terasa nikmat sekali sampai dia merasa akan keluar di genjotnya semakin cepat, tiba2 dia menarik kontolnya dan di arahkan ke wajahku dan “crottt…” beberapa kali spermanya muncrat kearah wajahku, sebagian aku telan. Aroma sperma yang sangan aku suka, aku telan semua sperma yang ada diwajahku, aku emut kontolnya untuk membersihkan sisa2 sperma sampai bersih. Lega rasanya, Pengalaman pertamaku disiksa dengan siksaan yang nikmat aku rasakan malam ini.

Tidak ada Komentar on "Temen Seks"

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *